PENDAHULUAN
• Defenisi Kearifan Lokal
Kearifan lokal (local wisdom)
dalam dekade belakangan ini sangat banyak diperbincangkan. Perbincangan tentang
kearifan lokal sering dikaitkan dengan masyarakat lokal dan dengan pengertian
yang bervariasi.
Secara Etimologi Kearifan Lokal terdiri dari 2 kata yaitu kearifan (wisdom)
dan lokal (local). Lokal berarti setempat dan kearifan sama dengan kebijaksanaan. Dengan
kata lain maka kearifan
lokal dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan,
nilai-nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat (local) yang bersifat
bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh
anggota masyarakatnya.
Kearifan lokal merupakan pandangan dan pengetahuan tradisional yang
menjadi acuan dalam berperilaku dan telah dipraktikkan secara
turun-temurun untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan dalam kehidupan
suatu masyarakat. Kearifan lokal berfungsi dan bermakna dalam masyarakat
baik dalam pelestarian sumber daya alam dan manusia, pemertahanan adat dan budaya,
serta bermanfaat untuk kehidupan.
• DEFENISI GLOBALISASI
Kata "globalisasi" diambil dari
kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi
belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working
definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya.
• Macam-Macam Globalisasi
1. Globalisasi Perekonomian
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses
kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di
seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang
semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan
batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan
penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
• Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari
globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
a. Globalisasi Produksi
b. Globalisasi pembiayaan
c. Globalisasi tenaga kerja
d. Globalisasi jaringan informasi
e. Globalisasi
Perdagangan
Dibawah ini ada beberapa kebijakan dan keburukan globalisasi
ekonomi, diantaranya:
a. kebijakan globalisasi
ekonomi :
· Produksi
global dapat ditingkatkan
· Meningkatkan
kemakmuran masyarakat dalam suatu Negara
· Meluaskan
pasar untuk produk dalam negeri
· Dapat
memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
· Menyediakan
dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
b. keburukan globalisasi ekonomi :
· Menghambat
pertumbuhan sektor industri
· Memperburuk
neraca pembayaran
· Sektor
keuangan semakin tidak stabil
· Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang
2. Globalisasi Kebudayaan
Globalisasi sebagai sebuah gejala
tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia
(sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat
semenjak lama.Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif
terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak
melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi
antarbangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antarbangsa lebih mudah
dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi
kebudayaan.
• Berkembangnya pertukaran kebudayaan
internasional.
• Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism),
dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar
kebudayaannya.
• Berkembangnya turisme dan pariwisata.
• Semakin banyaknya imigrasi dari suatu
negara ke negara lain.
• Berkembangnya mode yang berskala
global, seperti pakaian, film dan lain lain.
• Bertambah banyaknya event-event berskala global
·
GLOBALISASI MEMBERI PERUBAHAN
PADA KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT
Era globalisasi dalam hal ini perkambangan teknologi dan informasi memberi andil yang besar
dalam pertumbuhan ekonomi dunia, bahkan tekhnologi juga menjadi indicator
kamajuan suatu negara. Perkembangan ekonomi akan menjadi lebih cepat
apabila didukung oleh faktor kamajuan tekhnologi. Tekhnologi merupakan langkah
lanjut dari peranan, modal dan jasa untuk perkembangan ekonomi. Makin cangggih
tekhnologi berarti makin tinggi efesiensi pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Namun demikian kemajuan tekhnologi tidak hanya memberikan dampak-dampak
positif pada sistem ekonomi, dampak negatif juga muncul secara bersamaan. Hal
ini juga dapat menjurus kepada pemborosan sumber daya alam, meningkatkan
kriminalitas dan timbulnya berbagai masalah akibat semakin makmurnya dan
sejahteranya ekonomi suatu negara, sementara di daerah atau negara lain.
Selain dampak terhadap perekonomian globalisasi juga berdampak terhadap
sosial budaya masyarakat (kearifan lokal). Globalisasi telah mendorong
terjadinya pergeseran atau perubahan terhadap sistem atau aturan yang tumbuh
dan berkembang dalam masyarakat.
Perkembangan tekhnologi memiliki andil yang sangat besar dalam
menggiring remaja-remaja kita kearah dekandensi moral. Rusaknya mental dan
akhlak remaja kita diakibatkan oleh gaya hidup yang kapitalis,materialistik dan
individualistik. Selain itu menjamurnya situs-situs internet yang menyajikan
gambar-gambar vulgar yang bisa diakses secara bebas semakin menambah deretan
kerusakan remaja.
Hal tersebut di atas menyebabkan kearifan-kearifan yang berlaku dalam
masyarakat mulai terkikis. Masyarakat memiliki adat yang dikenal sebagai
ada kedaerahan (kerifan lokal) yang merupakan symbol kebangsaan, namun saat ini,
hampir tidak lagi makna yang berarti di era globalisasi. Kita sulit memberikan
batasan-batasan yang jelas antara budaya lokal dan budaya barat.
·
Contoh dari kearifan lokal masyarakat
adalah Wisata Blora Gubug Payung
Wisata Blora Gubug Payung
terletak di antara jalan raya Blora-Cepu ditetapkan sebagai Monumen Jati
Alam, yang menempati petak 1.092 A (kode untuk pohon jati alam), dengan luas
hutan 31,8 hektar. Sedang jumlah pohon jati sesuai yang tercatat di lokasi
monumen, 1.766 batang. Tinggi pohon rata-rata 39 meter, garis tengah 89
centimeter dan sebagian besar berumur lebih dari 100 tahun.
sebuah tempat rekreasi yang terletak ditengah hutan blungun .payaman
yang sangat cocok untuk merilekskan pikira ditengah kesibukan .disana terdapat
rumah-rumah kecil untuk istirahat dan pohon jatinya yang tinggi besar.ditempat
ini sering dijadikan tempat wisata bagi turis asing yang singgah si cepu
.biasanya dari cepu naik kereta langsung bisa sampai tujuan langsung yang telah
disediakan oleh pihak perhutani selaku pengelola tempat tersebut
| Gubuk payung |
![]() |
| Gubuk payung |
·
Akibat adanya perubahan GLOBALISASI kearifan local masyarakat ‘’ gubuk payung”
sekarang sudah tidak berfungsi lagi sebagai tempat wisata lagi . karna
kurangnya kepedulian masyarakat sekitar tentang kearifan local,globalisasi
membuat mereka acuh tak acuh terhadap perkembangan yang lama kelamaan akan
menghilangkan satu persatu kearifan local
·
Cara
Meredam Pengaruh Globalisasi terhadap Kearifan Loka
1. Rehumanisasi
Mengembalikan martabat manusia di era globalisasi sebaiknya
disesuaikan dengan kemampuan adaptasi populasi yang bersangkutan. Perkembangan
nilai-nilai agama, etika, hukum, dan kebijakan lebih lambat jika dibandingkan
dengan perkembangan informasi dan tekhnologi.
2. Kemampuan
Memilih
Dengan semakin banyaknya pilihan di era globalisasi,maka akibat yang timbul adalah kesulitan dalam memilih. Pendidikan pada umumnya diarahkan pada cara produksi bukan pada cara konsumsi. Ini menyebabkan nilai-nilai kearifan lokal terkikis dan berefek pada menurunnya antara yang mungkin dan yang terjadi, bahkan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk sudah sangat susah untuk dibedakan.
Dengan semakin banyaknya pilihan di era globalisasi,maka akibat yang timbul adalah kesulitan dalam memilih. Pendidikan pada umumnya diarahkan pada cara produksi bukan pada cara konsumsi. Ini menyebabkan nilai-nilai kearifan lokal terkikis dan berefek pada menurunnya antara yang mungkin dan yang terjadi, bahkan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk sudah sangat susah untuk dibedakan.
3. Revitalisasi
Perlunya upaya positif untuk mencegah distorsi biokultural yang berkelanjutan. Pembuangunan akan menuju ke suatu kebudayaan baru di masa depan, sehingga dipersiapkan persiapan-persiapan menyeluruh. Usaha-usaha revitalisasi akan banyak dipengaruhi baik secara positif mauoun negatif oleh faktor-faktor dalam maupun luar negeri.
Perlunya upaya positif untuk mencegah distorsi biokultural yang berkelanjutan. Pembuangunan akan menuju ke suatu kebudayaan baru di masa depan, sehingga dipersiapkan persiapan-persiapan menyeluruh. Usaha-usaha revitalisasi akan banyak dipengaruhi baik secara positif mauoun negatif oleh faktor-faktor dalam maupun luar negeri.
·
Daftar pustaka


Tidak ada komentar:
Posting Komentar