Kamis, 26 November 2015

Perubahan kearifan lokal masyarakat akibat Globalisasi



PENDAHULUAN
       Defenisi Kearifan Lokal
                Kearifan lokal (local wisdom) dalam dekade belakangan ini sangat banyak diperbincangkan. Perbincangan tentang kearifan lokal sering dikaitkan dengan masyarakat lokal dan dengan pengertian yang bervariasi.
                Secara Etimologi  Kearifan Lokal terdiri dari 2 kata yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Lokal berarti setempat dan kearifan sama dengan kebijaksanaan. Dengan kata lain  maka kearifan lokal dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan, nilai-nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat (local)  yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. 
Kearifan lokal merupakan pandangan dan pengetahuan tradisional yang menjadi acuan dalam berperilaku dan telah dipraktikkan secara turun-temurun untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan dalam kehidupan suatu masyarakat. Kearifan lokal berfungsi dan bermakna dalam masyarakat baik dalam pelestarian sumber daya alam dan manusia, pemertahanan adat dan budaya, serta bermanfaat untuk kehidupan.
       DEFENISI GLOBALISASI
Kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya.
       Macam-Macam Globalisasi
                1.       Globalisasi Perekonomian
          Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
       Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut:
a.       Globalisasi Produksi
b.      Globalisasi pembiayaan
c.       Globalisasi tenaga kerja
d.      Globalisasi jaringan informasi
e.       Globalisasi  Perdagangan
Dibawah ini ada beberapa kebijakan dan keburukan  globalisasi ekonomi, diantaranya:
a.       kebijakan globalisasi ekonomi :
                ·        Produksi global dapat ditingkatkan
                ·        Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu  Negara
                ·        Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
                ·        Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
                ·        Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
b.      keburukan globalisasi ekonomi :
                ·        Menghambat pertumbuhan sektor industri
                ·        Memperburuk neraca pembayaran
                ·        Sektor keuangan semakin tidak stabil
                ·        Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang

2. Globalisasi Kebudayaan
  Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia (sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama.Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antarbangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan.
       Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
       Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
       Berkembangnya turisme dan pariwisata.
       Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
       Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
       Bertambah banyaknya event-event berskala global

·         GLOBALISASI MEMBERI PERUBAHAN PADA KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT
Era globalisasi dalam hal ini perkambangan teknologi dan informasi memberi andil yang besar dalam pertumbuhan ekonomi dunia, bahkan tekhnologi juga menjadi indicator kamajuan suatu negara. Perkembangan ekonomi akan menjadi lebih cepat apabila didukung oleh faktor kamajuan tekhnologi. Tekhnologi merupakan langkah lanjut dari peranan, modal dan jasa untuk perkembangan ekonomi. Makin cangggih tekhnologi berarti makin tinggi efesiensi pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Namun demikian kemajuan tekhnologi tidak hanya memberikan dampak-dampak positif pada sistem ekonomi, dampak negatif juga muncul secara bersamaan. Hal ini juga dapat menjurus kepada pemborosan sumber daya alam, meningkatkan kriminalitas dan timbulnya berbagai masalah akibat semakin makmurnya dan sejahteranya ekonomi suatu negara, sementara di daerah atau negara lain.
Selain dampak terhadap perekonomian globalisasi juga berdampak terhadap sosial budaya masyarakat (kearifan lokal). Globalisasi telah mendorong terjadinya pergeseran atau perubahan terhadap sistem atau aturan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.
Perkembangan tekhnologi memiliki andil yang sangat besar dalam menggiring remaja-remaja kita kearah dekandensi moral. Rusaknya mental dan akhlak remaja kita diakibatkan oleh gaya hidup yang kapitalis,materialistik dan individualistik. Selain itu menjamurnya situs-situs internet yang menyajikan gambar-gambar vulgar yang bisa diakses secara bebas semakin menambah deretan kerusakan remaja.
Hal tersebut di atas menyebabkan kearifan-kearifan yang berlaku dalam masyarakat mulai terkikis.  Masyarakat memiliki adat yang dikenal sebagai ada kedaerahan (kerifan lokal) yang merupakan symbol kebangsaan, namun saat ini, hampir tidak lagi makna yang berarti di era globalisasi. Kita sulit memberikan batasan-batasan yang jelas antara budaya lokal dan budaya barat.
·         Contoh dari kearifan lokal masyarakat  adalah Wisata Blora Gubug Payung
Wisata Blora Gubug Payung  terletak di antara jalan raya Blora-Cepu ditetapkan sebagai Monumen Jati Alam, yang menempati petak 1.092 A (kode untuk pohon jati alam), dengan luas hutan 31,8 hektar. Sedang jumlah pohon jati sesuai yang tercatat di lokasi monumen, 1.766 batang. Tinggi pohon rata-rata 39 meter, garis tengah 89 centimeter dan sebagian besar berumur lebih dari 100 tahun.
sebuah tempat rekreasi yang terletak ditengah hutan blungun .payaman yang sangat cocok untuk merilekskan pikira ditengah kesibukan .disana terdapat rumah-rumah kecil untuk istirahat dan pohon jatinya yang tinggi besar.ditempat ini sering dijadikan tempat wisata bagi turis asing yang singgah si cepu .biasanya dari cepu naik kereta langsung bisa sampai tujuan langsung yang telah disediakan oleh pihak perhutani selaku pengelola tempat tersebut


Transportasi

Gubuk payung

Gubuk payung
                     
·      
Akibat  adanya perubahan GLOBALISASI  kearifan local masyarakat ‘’ gubuk payung” sekarang sudah tidak berfungsi lagi sebagai tempat wisata lagi . karna kurangnya kepedulian masyarakat sekitar tentang kearifan local,globalisasi membuat mereka acuh tak acuh terhadap perkembangan yang lama kelamaan akan menghilangkan satu persatu kearifan local
·         Cara Meredam Pengaruh Globalisasi terhadap Kearifan Loka
1.      Rehumanisasi
Mengembalikan  martabat manusia di era globalisasi sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan adaptasi populasi yang bersangkutan. Perkembangan nilai-nilai agama, etika, hukum, dan kebijakan lebih lambat jika dibandingkan dengan perkembangan informasi dan tekhnologi.
2.      Kemampuan Memilih
            Dengan semakin banyaknya pilihan di era globalisasi,maka akibat yang timbul adalah kesulitan dalam memilih. Pendidikan pada umumnya diarahkan pada cara produksi bukan pada cara konsumsi. Ini menyebabkan nilai-nilai kearifan lokal terkikis dan berefek pada menurunnya antara yang mungkin dan yang terjadi, bahkan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk sudah sangat susah untuk dibedakan.
3.      Revitalisasi
          Perlunya upaya positif untuk mencegah distorsi biokultural yang berkelanjutan. Pembuangunan akan menuju ke suatu kebudayaan baru di masa depan, sehingga dipersiapkan persiapan-persiapan menyeluruh. Usaha-usaha revitalisasi akan banyak dipengaruhi baik secara positif mauoun negatif oleh faktor-faktor dalam maupun luar negeri.

·         Daftar pustaka